Berita

Siswi SMAN 4 Bantimurung Jadi Pembawa Baki Bendera di Maros

Ariani (16) siswi kelas XI IPA 4 SMA 4 Bantimurung menjadi pembawa baki bendera merah putih saat upacara peringatan HUT ke 71 RI

Ariani (16) siswi kelas XI IPA 4 SMA 4 Bantimurung menjadi pembawa baki bendera merah putih saat upacara peringatan HUT ke 71 RI.

Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Lewa (53) dan Fatima (50) ini mengaku senang, bangga dan tidak percaya jika dirinya terpilih di antara 69 rekannya dari berbagai sekolah se- Kabupaten Maros.

Ariani (16) siswi kelas XI IPA 4 SMA 4 Bantimurung menjadi pembawa baki bendera merah putih saat upacara peringatan HUT ke 71 RI
Ariani (16) siswi kelas XI IPA 4 SMA 4 Bantimurung menjadi pembawa baki bendera merah putih saat upacara peringatan HUT ke 71 RI

Sejak mulai latihan pada 21 Juli 2016 lalu, Ariani bolak balik dari rumahnya di Desa Allatenggae ke lokasi latihan paskib di lapangan Pallantikang Pemkab Maros dan bekas kampus ATKP Maros.

Jika berangkat pukul 6.30 wita, Ariani diantar oleh sepupunya, Muh Yusuf dengan menggunakan motor. Jika setelah latihan, sekitar pukul 17.30 wita, dia pulang ke rumahnya dengan menggunakan petepete.

Meski pulang dengan naik petepete, remaja yang aktif di organisasi remaja masjid sekolah ini tidak pernah merasa takut dan mengeluh. Hal tersebut sudah biasa.

Kedua orangtuanya juga tidak pernah komplain jika putrinya aktif di Paskibra meski pulang malam dan waktu untuk keluarga sangat terbatas.

“Orangtua mendukung saya masuk paskib. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau saya yang terpilih menjadi pembawa baki. Banyak teman- teman yang ikut diseleksi tapi saya yang percayakan,” ujarnya.

Jika latihan, Ariani kadang gemetar dan takut salah. Pasalnya, jika terjadi kesalahan, semua peserta akan mendapatkan sanksi yang sama berupa push up dan guling- guling di tanah.

Sebelum menjadi anggota Paskibra di kabupaten, Ariani juga aktif di organisasi Paskibra sekolah. Sejumlah perbedaan yang didapatkannya, seperti cara jalan.

Jika dilatih pelatih Paskib dari TNI- Polri, kaki dan tangan bersamaan. Jika salah langkah atau tidak kompak, semua peserta mendapatkan sanksi.

Meski kerap mendapatkan sanksi, namun hal tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk memberikan yang terbaik saat upacara penaikan sang merah putih yang akan dipimpin Bupati Maros, Hatta Rahman itu.

“Saya senang ada di sini. Banyak teman, berbagai pengalaman yang didapatkan mengenai peraturan baris berbaris. Sejak latihan hanya kulit yang hitam, berat badan masih normal,” katanya.

Pengalaman lain yang didapatkannya, yakni pembentukan sikap dan perikalu, terutama mental, saling menghargai, kebersamaan, tidak boleh cengeng.

Peserta kelahiran tahun 2000 ini, bercita – cita ingin menjadi Polwan. Hal ini membuatknya harus semangat untuk latihan. Orangtuanya juga sudah mendukung.

Sumber : TRIBUNTIMUR.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *